Logo Klinik Nyeri dr Indrajana

Apakah Saraf Kejepit Harus Operasi? Ada Beberapa Pilihan Lain

Apakah saraf kejepit harus operasi, sering menjadi kekhawatiran tersendiri pada penderitanya.

Mendengar kata operasi tentu sudah terbayang akan kemungkinan muncul risiko atau efek samping. Bukan itu saja. Pemulihan pasca operasi juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Apalagi ini menyangkut ruas tulang belakang yang memiliki beragam struktur terutama saraf tulang belakang.

Banyak yang bilang kalau saraf kejepit  hanya dapat diatasi dengan operasi. Benarkah tak ada cara lain? Hal ini bergantung pada beberapa faktor.

 Apa Itu Saraf Kejepit?

Mungkin istilah saraf kejepit sudah sering terdengar. Apa sih penyebabnya? Sebenarnya saraf kejepit bukan penyakit yang berdiri sendiri. Tetapi ada kondisi yang menyebabkan jepitan saraf tulang belakang.

Hernia nukleus puplosus (herniated nucleus pulposus/HNP) menjadi penyebab saraf kejepit. Kondisi ini terjadi akibat adanya kerusakan pada bantalan tulang (diskus intervertebralis) yang ada di antara ruas tulang belakang sehingga bocor atau menonjol yang menjepit saraf tulang belakang.

HNP dapat terjadi pada semua ruas tulang belakang.  Dari leher, dada (jarang) sampai tulang pinggang (lumbal). Saraf kejepit HNP paling sering terjadi pada area ruas vertebra punggung bawah atau pinggang yang disebut HNP lumbalis (90%). HNP lumbal ini mengenai diskus invertebralis L5-S1 dan L4-L5.

HNP torakal atau HNP cervical jarang terjadi. Hanya sekitar 8% dari seluruh kasus HNP.

Apa yang dimaksud L5 S1 adalah bantalan tulang menonjol pada ruas tulang lumbal (pinggang) di L5 dan S1 atau tulang sakrum.

Penyebab saraf terjepit juga cukup beragam. Jatuh, proses penuaan, infeksi, tumor, kelainan bentuk tulang belakang bisa menyebabkan HNP.

Selain itu, kondisi tulang belakang bergeser atau spondilolistesis juga mengakibatkan syaraf terjepit.

Bagaimana Cara Mengetahui Saraf Kejepit

Kondisi ini biasanya dipastikan dengan pemeriksaan klinis oleh dokter dan pemeriksaan radiologis seperti Rontgen atau MRI.

Selain itu, dokter juga akan menanyakan gejala atau ciri ciri saraf kejepit yang mungkin Anda alami. Nyeri yang menjalar, munculnya rasa kesemutan/kebas/baal yang menjalar hingga ke kaki, kelemahan otot tungkai hingga gangguan pada fungsi buang air kecil dan buang air besar menjadi beberapa gejala saraf kejepit.

Biasanya nyeri akan muncul hanya pada salah satu sisi tubuh. Namun bila dibiarkan akan terjadi pada dua sisi tubuh, kiri dan kanan.

Apakah Saraf Kejepit Harus Operasi?

Kini kasus saraf kejepit bisa ditangani tanpa operasi besar atau terbuka seperti dulu.

Namun, sekali lagi, perlu diwaspadai. Bila gejala semakin memburuk, maka harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan hal tersebut merupakan salah satu indikasi dilakukannya tindakan operatif. Atau bila kondisi tulang belakang perlu perbaikan yang lebih komprehensif.

Saraf kejepit yang tidak menyebabkan kelemahan anggota gerak dan mengancam jiwa, dapat diatasi dengan pengobatan tertentu. Misalnya dokter akan meresepkan obat antiinflamasi nonsteroid. Lainnya bisa dengan injeksi steroid.

Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan. Hindari faktor yang memperberat gejala atau ketahui pantangan makanan dan aktivitas, misalnya mengangkat/menarik/mendorong berat, hindari sering membungkuk, berputar dan berolahraga berat. Perlu menambah porsi istirahat, tetapi jangan terlalu lama.

Bila sudah membaik, bisa memulai olahraga ringan. Atau isa juga memulai program fisioterapi yang disarankan dokter. Latihan atau olahraga ini dapat membantu memperkuat otot-otot.

Saat ini teknologi non-invasif atau tidak memakai pembedahan terbuka seperti dahulu sudah ada di Indonesia. Luka sayatan kecil dan pemulihan lebih cepat. Metode non-invasif  ini akan disesuaikan dengan derajat ringan beratnya penyakit, usia, jenis dan lokasi HNP.

Terdapat beberapa teknologi terkini atasi saraf kejepit tanpa operasi, yaitu:

  • Endoskopi BESS (Biportal Endoscopic Spine Surgery), atau endoskopi tulang belakang generasi terbaru
  • Radiofrekuensi ablasi yang akan memblok saraf sehingga tidak menghantarkan rasa sakit ke otak
  • Kateter Racz, obat akan dialirkan ke titik sakit dengan menggunakan kateter berukuran super mini.
  • ESI atau epidural steroid injection

Biaya operasi saraf kejepit akan ditentukan oleh dokter sesuai dengan penyebab dan lokasi dimana terjadinya jepitan saraf. Dengan metode minimally invasive, Anda bisa menghemat biaya dan ingat, proses pemulihannya juga cepat.

 

Artikel Terkait