Logo Klinik Nyeri dr Indrajana

DiscFX, Teknologi Terkini Atasi Syaraf Kejepit

https://www.youtube.com/watch?v=MRtl8g7dTA4

Syaraf kejepit atau dalam istilah medis adalah hernia nucleus pulposus (HNP) sering dialami oleh usia lanjut. Namun tak dapat dipungkiri, kondisi ini juga sudah melanda usia muda akibat tuntutan pekerjaan dan gaya hidup.

Penyakit ini terjadi akibat bantalan lunak yang berada antara tulang belakang menonjol sehingga menjepit atau menekan saraf tulang belakang. Padahal bantalan tulang atau diskus intervertebralis ini berperan sebagai alat peredam kejutan atau goncangan saat Anda beraktivitas.

Selain akibat usia, penyebab lain kondisi ini adalah cedera, bobot tubuh yang berlebihan, sering mengangkat beban berat, posisi duduk yang salah, adanya infeksi atau tumor pada tulang belakang.  

Penanganan syaraf kejepit kini tak perlu operasi terbuka seperti dulu. Kini penanganannya lebih modern seiring dengan kemajuan teknologi dalam bidang medis.

Metode DiscFX

Metode DiscFX ini sudah mulai diminati oleh masyarakat karena metode ini merupakan tindakan invasif minimal, atau tanpa operasi.

Dibandingkan dengan teknik operasi terbuka dulu yang memerlukan pembiusan total karena merupakan tindakan bedah. DiscFX hanya melalui sayatan kecil saja sudah dapat mengatasi syaraf kejepit yang Anda alami.

Saat dokter melakukan DiscFX ini, dipandu dengan C-arm, agar tepat sasaran.

DiscFX ini akan mengevaporasi kadar air yang terkandung dalam bantalan tulang sehingga volume bantalan sendi akan mengecil.

Setelah kadar airnya berkurang, bantalan tulang akan kembali ke bentuk semula sehingga saraf akan terbebas dari jepitan.

Ketika saraf tak terjepit lagi, maka nyeri tulang belakang atau nyeri yang menjalar hingga bokong dapat tuntas dan kualitas hidup Anda akan semakin membaik tanpa nyeri. 

Keunggulan DiscFX

  • Risiko timbulnya jaringan parut minimal
  • Proses penyembuhan cepat
  • Tanpa rawat inap
  • Bius lokal
  • Proses tindakan cepat
  • Harga lebih terjangkau
  • Dapat dilakukan lebih dari satu bantalan tulang yang menonjol atau beberapa ruas tulang belakang


Sebuah studi oleh University Hospital Munich (2014) menunjukkan perbaikan pada nyeri tulang belakang dalam waktu 2 hari pascatindakan.  Hampir 82% pasien yang mendapatkan terapi ini juga menunjukkan perbaikan nyeri hingga 2 tahun.

Artikel Terkait