Logo Klinik Nyeri dr Indrajana

Dr dr Wawan Mulyawan SpBS, SpKP

Dr dr Wawan Mulyawan SpBS, SpKP aktif dalam berbagai keanggotaan medis. Update terakhir alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini berpraktek di Klinik Utama Dr Indrajana, RSU Bunda Jakarta dan RSAU Dr Esnawan Antariksa.

Selain aktif dalam keanggotan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr Wawan Mulyawan juga aktif di Perhimpunan Spesialis Bedah Saraf Indonesia (PERSPEBSI). Bahkan masih aktif dan menjabat sebagai Ketua PERSBEPSI Jakarta.

Selain berpraktik setiap hari Rabu dan Jumat di Klinik Utama Dr Indrajana, Dr Wawan juga aktif sebagai tim dokter kepresidenan. Baginya nyeri merupakan salah satu bidang kedokteran yang sangat menarik. Sering ia menangani pasien dengan nyeri akut di tulang belakang. Dilakukan pengobatan baik dengan teknologi minimally invasive hingga tindakan open surgery hasilnya cukup baik. “Ketika melihat pasien nyeri datang sangat memprihatinkan. Namun ketika pulang nyerinya sudah hilang dan pas kontrol pasien merasa bahagia karena bisa beraktivitas kembali ini jadi hal yang menyenangkan,” paparnya.

Tak hanya dalam aktivitas diatas. Dokter Wawan juga masih aktif dan menjabat sebagai ketua umum ikatan alumni fakultas kedokteran universitas Indonesia.

Ia berbagai cerita tentang bagaimana layanan kesehatan di Indonesia dengan di luar negri. “Secara kasus waktu saya dan tim belajar mengenai minimally invasive di Korea, kasus disana cukup banyak, Namun tak sebanyak kasus di Indonesia. Teknologi juga sama tinggal bagaimana dokter-dokter di Indonesia mau mengembangkannya,” jelas rekan satu tim dari dr Dimas Rahman Setiawan SpBS.

Jika ingin berkonsultasi dengan Dr Wawan Mulyawan SpBS silahkan berkunjung ke Klinik Utama Dr Indrajana di Tanah Abang, Jakarta Pusat pada hari Rabu dan Jumat pukul 16.00 – 18.00 Wib. Biaya konsultasi dengan Dr Wawan sebagai senior bedah saraf di Indonesia juga masih terjangkau hanya Rp 260.000 sudah termasuk admininistrasi. Untuk info lebih lanjut silahkan menghubungi Hp/WA 081313999901.

Artikel Terkait