Logo Klinik Nyeri dr Indrajana
herniasi lumbal

Herniasi Lumbal Menyebabkan Sakit Pinggang dan Kaki Kesemutan

Herniasi lumbal atau herniasi diskus lumbal merupakan kondisi bantalan tulang yang ada di antara ruas tulang belakang, terutama daerah lumbal, menonjol. Ketika tonjolan ini bergitu besarnya, bisa menjepit saraf yang ada di sepanjang tulang belakang.

Herniasi dikenal dalam istilah HNP. HNP singkatan dari herniated nucleus pulposus atau hernia nukleus pulposus. Mungkin yang sudah pernah melakukan MRI, dalam MRI akan tampak gambar HNP lumbal dan akan dijelaskan oleh dokter saat berkonsultasi.

HNP lumbal L5-S1 atau HNP lumbal 4 5, misalnya, merupakan herniasi lumbal pada segmen tersebut.

L5-S1 tulang belakang merupakan segmen tulang belakang yang tersering mengalami herniasi bantalan tulangnya. Karena segmen ini menahan beban terberat dari tubuh, saat beraktivitas atau bekerja harian.

Herniasi Lumbal ICD 10

ICD 10 adalah International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problem Tenth Revisions (ICD-10). Dunia media mengenalnya sebagai kode ICD 10 HNO sebagai diagnosis khusus penyakit HNP (herniated disc).

Kode ICD 10 atau nomor kode ICD 10 HNP ini menunjukkan klasifikasi HNP sebagai gangguan kesehatan akibat adanya tonjolan bantalan tulang.

Sedangkan istilah lumbal, merupakan area yang mengalami jepitan saraf. Walau bisa juga terjadi di leher (cervical/servikal) yang disebut dengan HNP cervical atau saraf leher kejepit.

Penyebab HNP Lumbal

Kondisi saraf pinggang kejepit akibat tekanan atau beban yang berlebihan dalam waktu yang lama. Misalnya jatuh (saat olahraga atau kecelakaan bermotor), aktivitas berat seperti mengangkat/menarik/mendorong beban berat, adanya tumor yang lama kelamaan menekan, infeksi yang merusak tulang belakang, dan sudut kelengkungan tulang belakang yang tidak normal.

Bobot tubuh yang terlalu berat juga akan memberi beban ekstra pada tulang belakang. Proses menuanya seseorang juga membuat bantalan tulang mulai berkurang elastisitasnya dan kadar air, sehingga menipis atau lama lama bocor.

Postur tubuh yang tidak terjaga juga bisa loh menyebabkan herniasi lumbal. Sering duduk lama dengan membungkuk, salah satunya.

Saraf kejepit pinggang bisa sembuh sebenarnya ini tergantung pada berat ringannya jepitan dan ditemukan secara dini. Jadi bisa ditangani agar tidak memburuk.

Kapan HNP sembuh juga akan tergantung pada seberapa dininya kondisi ini ditangani, dan kedisiplinan penderitanya untuk mulai mengadopsi gaya hidup sehat. Misalnya rutin berolahraga, menjaga berat badan tidak berlebihan.

Fisioterapi saraf kejepit di pinggang kadang dianjurkan oleh dokter. Untuk berapa lamanya juga akan dinilai dari berat ringannya jepitan.

Apa Saraf Terjepit Harus Dioperasi?

Tidak semua herniasi lumbal perlu dilakukan operasi. Ada yang bisa membaik dengan pemberian obat dan program fisioterapi. Gejala hernia nukleus pulposus bahkan dapat membaik bila menghindari Gerakan-gerakan tertentu yang mungkin dapat memperburuk jepitan saraf.

Olahraga berat seperti sepak bola, basket, juga perlu diganti dengan yang ringan. Misalnya bersepeda, berjalan kaki, yoga, dan berenang atau olahraga dalam air. Ini mungkin menjawab pertanyaan dengan cara apa saraf kejepit bisa sembuh.

Cara mengatasi saraf kejepit mungkinkah tanpa operasi? Mungkin. Karena kini teknologi medis sudah maju dan berkembang. Salah satunya adalah tindakan bedah minimally invasive dengan endoskopi tulang belakang. Memang hampir sama dengan endoskopi lambung, namun ini digunakan untuk tulang belakang.

Endoskopi tulang belakang atau spine endoscopy sudah ada di Indonesia. Yang terbaru adalah BESS dengan proses pemulihan yang lebih cepat. BESS adalah biportal endoscopic spine surgery. Dengan dua portalnya, lapang pandang dokter saat mengatasi tonjolan bantalan tulang menjadi lebih baik.

BESS memiliki prinsip kerja dekompresi. Yakni melepaskan kompresi atau tekanan/jepitan yang terjadi pada herniasi lumbal. Seusai hilangnya jepitan tersebut, gejala hnp lumbal pun hilang. Dan kualitas hidup semakin membaik.

 

Artikel Terkait