Logo Klinik Nyeri dr Indrajana

Lamina Tulang Belakang, Bila Bermasalah Bisa Sebabkan Nyeri Tulang Belakang

Lamina tulang belakang mungkin terasa asing terdengar. Padahal lamina tulang belakang ini juga ada perannya dalam menjaga keutuhan tulang belakang atau vertebrae.

Tulang belakang memiliki fungsi dan struktur yang cukup kompleks. Dengan memahami semuanya ini, bisa membantu Anda untuk terhindar dari gangguan pada tulang belakang.

Kerja tulang belakang juga didukung oleh berbagai struktur, ada yang berupa ligamen, otot, ada yang berbentuk lengkungan, lubang (foramen), lamina tulang belakang, arkus dan prosesus yang semuanya bekerja secara bersamaan agar tulang belakang bekerja dengan baik.

Selain itu ruas tulang belakang ini juga menopang tubuh dan karena memiliki struktur kompleks sehingga mampu menyesuaikan kondisi tubuh yang mungkin mengalami perubahan tertentu misalnya kehamilan, kegemukan.

Tulang belakang ini tersusun membentuk sudut lengkungan sehingga dapat bergerak sesuai dengan aktivitas yang Anda lakukan sehari-hari.

Salah satu struktur anatomi yang memiliki peran tertentu adalah lamina tulang belakang yang membantu membentuk ruas tulang belakang.

Lamina Tulang Belakang Adalah

Tulang belakang ada dua bagian yakni anterior (depan) dan posterior (belakang). Anterior terdiri atas corpus (badan tulang), dan bagian posterior memiliki arcus vertebrae.

 Bagian arcus ini terbentuk oleh dua “kaki” pediculus dan dua lamina. Lamina merupakan bagian rata dari lengkungan tulang belakang. Ada dua lamina, kiri dan kanan di kedua sisi prosesus spinosus. Lamina ini rata atau melengkung dari lengkungan tulang belakang.

Lamina ini akan membentuk atap kanal tulang belakang; bagian posterior dari cincin tulang belakang yang menutupi sumsum atau saraf tulang belakang.

Bentuk per ruasnya, ada struktur procesus atau penonjolan, yaitu procesus articularis, procesus transversus, dan procesus spinosus. Ketiganya saling terhubung satu sama lainnya sehingga membentuk ‘terowongan’ disebut foramen intervertebralis. Lubang ini menjadi tempat serabut saraf yang keluar dari medula spinalis (sumsum tulang belakang).

Lamina sering menjadi tempat atau titik dilakukannya tindakan medis tertentu, misalnya saraf terjepit (hernia nukleus pulposus/HNP) atau menyempitnya rongga tulang belakang (stenosis spinal).

Lokasi dan Gejala Stenosis Spinal

Stenosis spinal bisa terjadi pada leher (servikal) dan ruas tulang pinggang (lumbar/lumbal).

Stenosis leher gejalanya adalah

  • Kebas/kesemutan dari lengan yang menjalar ke tungkai
  • Kelemahan otot lengan hingga kaki
  • Terganggunya keseimbangan
  • Nyeri leher
  • Terganggunya fungsi buang air besar dan air kecil

 Sedangkan area pinggang, gejalanya adalah:

  • Kesemutan atau rasa baal pada kaki
  • Melemahnya otot kaki
  • Nyeri/kram
  • Nyeri punggung bawah atau pinggang

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan menyempitnya rongga tulang belakang, yang meliputi:

  • Tumbuhnya taji tulang atau osteofit pada sendi facet.
  • Menebalnya lamina tulang belakang
  • Osteofit pada korpus tulang belakang
  • Bergesernya atau berpindahnya tulang belakang (spondilolistesis)
  • Kelainan bentuk sendi facet kongenital

Stenosis spinal ini terbagi menjadi dua, primer dan sekunder. Primer bila ada kelainan sejak lahir dan ada kegagalan pertumbuhan tulang, dan lainnya. Untuk yang sekunder bila ada proses degeneratif, fraktur, tumor dan lainnya.

Secara umum, stenosis menimbulkan beberapa gejala sebagai berikut:

  • Nyeri pada tungkai bawah seperti terbakar, kesemutan
  • Mati rasa pada bokong atau kaki
  • Nyeri menjalar ke tungkai bawah
  • Nyeri memburuk saat berdiri lama, dan beraktivitas
  • Kaki melemah atau foot drop
  • Kebas pada kaki

Penderita merasakan nyeri yang berkurang saat mencondongkan tubuh ke depan atau membungkuk, duduk atau berbaring. Ini gejala khas dari stenosis spinal.

Gejala-gejala tersebut sangat mirip dengan kondisi saraf terjepit atau menonjolnya bantalan tulang belakang (hernia nukleus pulposus/HNP).

Atasi Keluhan Nyeri Tulang Belakang

Sebelum memutuskan penanganannya seperti apa. Dokter Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Dr Indrajana akan melakukan pemeriksaan fisik secara komprehensif. Selain itu, dokter juga perlu menilai hasil pemeriksaan penunjang radiologis seperti MRI.

Untuk atasi nyerinya, beberapa langkah berikut dapat Anda berikan kompres hangat dan/atau dingin. Bila memungkinkan tetap berolahraga guna membantu memperkuat otot-otot tulang belakang dan agar tetap fleksibel.

Mungkin dokter dapat memberikan obat antinyeri yang diharapkan dapat membantu menuntaskan peradangan dan nyeri.

Salah satu solusi terbaik lainnya adalah injeksi steroid di area tulang belakang.

Teknologi terkini atasi nyeri tulang belakang sudah semakin maju. Kini ada endoskopi BESS, Racz kateter, radiofrekuensi ablasi, khypoplasty yang bisa menjadi salah satu solusi tuntaskan nyeri. Namun harus berdasarkan penyebab dan hasil MRI.

Artikel Terkait