Logo Klinik Nyeri dr Indrajana

Obat Osteoporosis di Apotik untuk Tulang Keropos

Obat osteoporosis di apotik bisa membantu mengatasi keropos tulang akibat osteoporosis. Namun tentunya obat ini tidak bisa dibeli tanpa resep dokter.

Sebelum mendapatkan obat osteoporosis di apotik yang tepat dengan kondisi Anda, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin ditunjang oleh pemeriksaan BMD atau bone mineral density.

Osteoporosis Adalah Penyebab Tulang Mudah Patah

Akibat berkurangnya kepadatan tulang, maka tulang memiliki risiko tinggi mengalami keropos sehingga lebih rapuh dan berisiko tinggi patah/retak atau fraktur.

Ada beberapa tulang yang menjadi sasaran kekeroposan, yakni pergelangan tangan, paha, tulang belakang (punggung hingga ekor), panggul dan lengan.

Tulang belakang keropos memerlukan pengobatan terkini agar fungsinya bisa kembali, minimal dapat memperbaiki kerja tulang belakang sebagai penopang tubuh.

Osteoporosis tidak memiliki gejala apapun sampai suatu saat tiba-tiba patah tulang. Tulang yang patah atau retak timbul pada tulang-tulang yang tidak semestinya mengalami patah, contohnya tulang panggul.

Bila terjadi pada tulang belakang akan terjadi fraktur kompresi (tulang belakang menjadi pipih) sehingga mengakibatkan nyeri pada tulang belakang yang menjalar hingga ke tungkai bawah.

Bentuk ideal tulang belakang bisa mengalami perubahan besar akibat kompresi atau tekanan di beberapa bagian sehingga dapat mengakibatkan jepitan saraf tulang belakang dan nyeri sehingga dapat memengaruhi kualitas hidup.

Adanya fraktur atau retakan yang dibiarkan, maka bentuknya menjadi tidak ideal atau mengakibatkan tulang belakang ‘runtuh’ atau kolaps sehingga dapat menekan beberapa bagian. Salah satu dampaknya adalah menjepit saraf tulang belakang.

Kondisi tulang belakang yang mengalami keropos dapat menyebabkan masalah pada penampilan yakni tubuh membungkuk sehingga tinggi badan tampak menyusut. Tidak hanya itu, nyeri juga bisa muncul pada perut akibat penekanan ke arah perut.

Penyebab osteoporosis adalah primer dan sekunder. Primer akibat proses penuaan atau menopause. Untuk sekunder oleh penyakit tertentu (misalnya tuberkulosis tulang dan diabetes) dan minum obat-obatan yang berpotensi meningkatkan kerapuhan tulang, contoh kortikosteroid.

Obat Osteoporosis di Apotik

Tujuan pengobatan untuk osteoporosis adalah membantu mencegah kekeroposan lebih lanjut dan mengembalikan kualitas hidup dengan tidak meluasnya fraktur yang tidak semestinya terjadi (patologis). Untuk itu ada beberapa pilihan obat osteoporosis di apotik antara lain bifosfonat, denosumab, terapi hormonal, dan lainnya.

Anda bisa mendapatkan obat-obat tersebut setelah mendapatkan rekomendasi dari dokter yang menangani.

Sebelumnya juga memerlukan penunjang radiologi seperti MRI untuk menilai atau melihat fraktur pada tulang belakang akibat osteoporosis atau tulang keropos.

 

Kyphoplasty Adalah ‘Obat’ Tulang Belakang Keropos 

Alat kyphoplasty adalah semen sintetik atau semen medis yang diinjeksikan langsung ke tulang yang mengalami keropos sehingga ‘lubang’ tersebut terisi semen dan memperbaiki struktur tulang belakang.

Agar semen tersebut tidak meluber ke luar, dokter akan menggunakan alat bantu seperti balon.

Materi yang disuntikkan dapat mengoreksi deformitas (kelainan bentuk) atau membantu mengembalikan bentuk tulang belakang yang tadinya runtuh sehingga menjadi stabil.

Prosedur untuk atasi keropos tulang belakang bisa dengan kyphoplasty atau vertebroplasty. Bedanya adalah menggunakan balon atau tidak.

Metode ini termasuk dalam prosedur minimal invasif dengan sayatan kecil dan bius lokal serta pemulihannya cepat sehingga bisa beraktivitas seperti biasa.

Jadi metode kifoplasti dapat menangani vertebral compression fracture (VCF) atau fraktur kompresi pada vertebra (tulang belakang). Tulang yang telah diperkuat dengan semen medis ini dapat mengembalikan postur tubuh bisa tegak, nyeri berkurang, dan mencegah kerusakan tulang belakang lebih lanjut.

Adanya fraktur kompresi ini, dapat menyebabkan saraf terjepit tulang belakang. Bila kondisi ini tak mendapatkan penanganan yang tepat, bisa akibatkan kelumpuhan dan gangguan fungsi buang air besar dan air kecil.

Artikel Terkait