Logo Klinik Nyeri dr Indrajana

Operasi Saraf Terjepit? Kini Tak Perlu Lagi

Operasi saraf terjepit mungkin perlu dilakukan saat teknologi bidang kedokteran belum berkembang seperti sekarang ini.

Seiring dengan kemajuan teknologi, kini operasi saraf terjepit tak perlu lagi. Karena sekarang sudah ada teknologi minimal invasif yang dokter lakukan tanpa operasi dan bahkan tanpa rawat inap serta proses pemulihan yang lebih cepat.

Derajat Ringan Hingga Berat

Biasanya penyebab saraf terjepit atau syaraf kejepit adalah melemahnya jaringan bantalan tulang yang ada pada antara ruas tulang belakang, akibat adanya tekanan yang mendadak.

Jika bantalan bergeser ringan, gejalanya nyeri/sakit pinggang ringan atau bahkan bisa tidak menimbulkan gejala sama sekali.

Namun kalau sudah ada kompresi atau menekan saraf, gejala yang muncul bergantung pada lokasi dan banyaknya saraf yang terjepit. Gejalanya juga bertambah tak hanya nyeri tetapi disertai dengan kebas, kesemutan dan lainnya.

Untuk menentukan tindakan yang akan dokter lakukan, perlu mengetahui derajat saraf terjepit yang Anda alami.

Apabila ringan atau derajat 1-2, kondisi nukleus sudah menonjol namun masih berada dalam lingkaran annulus fibrosus. Terapi pada derajat ini bertujuan untuk membantu meringankan keluhan nyeri (atau dengan obat-obatan).

Anjuran dokter juga mungkin mencakup program fisioterapi rutin dengan berenang.

Namun untuk derajat 3-4, bantalan ruas tulang belakang membengkak hingga bocor atau merembes keluar sehingga menjepit saraf. Dalam derajat ini dokter perlu melakukan tindakan tertentu untuk membebaskan saraf dari jepitan. Dengan cara ini, nyeri dan gejala lainnya yang Anda rasakan akan menghilang.

Operasi Saraf Terjepit

Tindakan ‘operasi’ saraf terjepit ini bergantung pada berat ringannya.

Sepertinya kata operasi menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pasien dengan masalah ini. Hal ini mengemuka saat berkonsultasi dengan dokter.

Rasa takut akan tindakan bedah terbuka mungkin karena risiko kelumpuhan dan proses penyembuhan atau pemulihan yang lebih lama.

Kini saraf terjepit bisa teratasi dengan dengan ‘operasi’ minimal dengan sayatan hanya sekitar 5 mm dan tanpa rawat inap serta proses pemulihan jauh lebih cepat.

Sebelumnya dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan klinis dan radiologis guna memastikan titik lokasi jepitan saraf. Selanjutnya pengobatan akan dokter tentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan berat ringannya penyakit ini.

‘Operasi’ minimal saraf terjepit adalah DiscFX, merupakan kombinasi endoskopi dan laser. Selain itu ada pula endoskopi tulang belakang. Kateter Racz juga dapat membantu mengatasi nyeri akibat saraf terjepit.

Artikel Terkait