Logo Klinik Nyeri dr Indrajana

Pantangan Syaraf Kejepit dari Makanan dan Aktivitas

Pantangan syaraf kejepit perlu Anda kenali agar kondisi kerusakan saraf tidak memburuk. Tak hanya aktivitas yang perlu Anda kurangi atau hindari, namun pantangan syaraf kejepit juga termasuk makanan-makanan tertentu.  

Pentingnya Makanan

Nutrisi dalam makanan yang kita makan dapat berfungsi atau bekerja sebagai ‘alat’ untuk membantu memelihara, mencegah, dan mengatasi penyakit-penyakit tertentu yang berkaitan dengan saraf, seperti neuropati perifer.

Pada dasarnya, makanan memberikan manfaat untuk membantu:

  • memberikan nutrisi untuk menunjang  atau menjaga kesehatan agar semua struktur tubuh berfungsi dengan baik.
  • menjaga keberlangsungan berbagai proses metabolisme dalam tubuh
  • bekerja sebagai ‘alat’ untuk membantu memelihara, mencegah, dan mengatasi penyakit, seperti neuropati perifer atau kerusakan saraf tulang belakang.
  • menjaga kesehatan area tulang belakang,
  • menjaga berat badan sehingga tidak lagi membebani sendi dan tulang.

Jadi mempertahankan pola makan sehat seimbang dapat memiliki banyak manfaat jangka panjang.

Namun bila makanan dikonsumsi secara berlebihan, juga bisa mengakibatkan kenaikan berat badan yang nantinya dapat membebani persendian. “Seperti diketahui, bobot berlebihan ini menjadi salah satu faktor penyebab saraf terjepit,” ujar Dr Danu Rolian SpBS, FINPS dari Klinik DR Indrajana.

Dengan berpantang makanan tertentu, bukan saja membantu Anda agar memiliki berat badan yang ideal (sehingga tidak membebani sendi) tetapi juga dapat bermanfaat pada kondisi syaraf kejepit Anda.

Ada beberapa jenis makanan yang mungkin dapat memicu perburukan kerusakan saraf.  Yuk kenali agar saraf Anda tetap terjaga.

Pantangan Makanan Buat Syaraf Kejepit

Pembatasan atau pengurangan makanan-makanan sebaiknya sesuai dengan anjuran dokter karena dokter akan menyesuaikan dengan kondisi syaraf terjepit yang Anda alami.

Gluten

Terkandung dalam roti, sereal, pasta, kerupuk, biskuit, cake, kue kering, pastry dan semua makanan yang mengandung tepung putih, gandum, kue.

Gluten dapat mengganggu kerja usus sehingga vitamin dan mineral (seperti vitamin B1 dan B12) tidak dapat tercerna dengan baik. Padahal tubuh memerlukan vitamin ini untuk membantu menjaga kesehatan saraf.

 

Lemak jahat (trans fat/lemak jenuh atau hydrogenated oils atau partially hydrogenated oils)

Trans fat ini misalnya terkandung pada gorengan, daging olahan siap saji, dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan saraf perifer.

 

Biji-bijian olahan

Mengandung indeks glikemik tinggi sehingga berdampak pada kenaikan gula darah sehingga kemungkinan dapat memperburuk gejala yang terkait dengan kerusakan saraf.

 

Gula

Gula yang terkandung dalam berbagai makanan dan minuman seperti soft drink, minuman manis, permen, coklat, dessert, kue, dan lainnya. Bila dikonsumsi secara berlebihan dapat memicu timbulnya diabetes mellitus yang lama kelamaan dapat mengganggu kerja saraf.

 

Processed foods dan makanan cepat saji (fast foods)

Makanan kemasan yang melewati proses-proses tertentu (makanan kalengan) karena adanyta kandungan tinggi nitrat.

 

Pantangan Aktivitas Syaraf Kejepit Itu Apa Saja?

  • Mengangkat benda/beban berat. Ini karena mengangkat benda berat dalam posisi yang salah akan menyebabkan terjadinya cedera pada otot pinggang hingga tulang belakang.
  • Olahraga dampak tinggi (high impact), seperti hoki, sepak bola, angkat besi, kickboxing
  • Perubahan posisi tubuh mendadak, misalnya pada olahraga bisbol.
  • Gaya hidup sedentari atau bermalas-malasan
  • Gerakan berulang-ulang
  • Duduk terlalu lama apalagi dengan postur tubuh yang salah, atau bungkuk
  • Sering membungkuk
  • Gerakan sit up, squats
  • Tidak tidur cukup atau kurang tidur
  • Melakukan permainan di wahana taman hiburan
  • Mengoperasikan mesin yang bergetar
  • Tidak berkonsultasi dengan dokter

Artikel Terkait