Logo Klinik Nyeri dr Indrajana

Skoliosis Lordosis dan Kifosis, Beberapa Bentuk Kelainan Tulang Belakang

Skoliosis lordosis dan kifosis merupakan beberapa jenis sudut kelengkungan tulang belakang.

Normalnya tulang belakang memang tidak dalam kondisi lurus. Bentuknya sedikit melengkung yang terbentuk dari leher, punggung atas hingga punggung bawah atau pinggang.

Kerja tulang belakang tidaklah ringan. Sinerginya susunan tulang belakang ini berfungsi sebagai penyokong kepala, mensejajarkan kepala dan panggul, menjaga struktur tulang belakang, menjaga postur tubuh, jaga pergerakan tubuh seperti membungkuk dan berputar serta melindungi saraf serta peredam goncangan.

Bila kondisi ini terganggu, tentu berdampak pada bentuk tulang belakang itu sendiri termasuk sudut kelengkungannya, seperti kifosis, lordosis, dan skoliosis.

Apa yang dimaksud dengan kifosis lordosis dan skoliosis dan bagaimana cara mengatasinya akan dibahas secara lengkap dalam artikel ini.

Skoliosis Lordosis dan Kifosis

Skoliosis adalah kelainan tulang belakang yang melengkung berlebihan ke arah samping. Kadang kondisi ini membuat tulang belakang seperti huruf S atau huruf C.

Kondisi kelainan sudut kelengkungan tulang belakang ini membuat penampilan bahu dan pinggul yang tidak sejajar atau cenderung miring ke salah satu sisi.

Kondisi membengkoknya tulang belakang ini kemungkinan bisa menyebabkan gangguan fungsi paru-paru sehingga kadang mengakibatkan sesak napas. Bila kondisi ini memburuk, perlu penanganan yang cukup serius.

Lordosis adalah kelainan kelengkungan tulang belakang yang berlebihan pada area tulang belakang bawah. Istilah lainnya adalah swayback. Bentuk ini membuat bokong tampak menonjol. Kelainan ini akan membuat saat berbaring telentang, punggung tidak menempel lantai.

Kifosis adalah tulang belakang bagian atas (punggung) tampak membulat ke depan. Jadi membuat postur tubuh tampak bungkuk berlebihan.

Penyebab Skoliosis Lordosis dan Kifosis

Ada beberapa kondisi yang mungkin dapat mengakibatkan perubahan kelengkungan tulang belakang.

Kondisi seperti spondilolistesis (spondylolisthesis) atau tulang belakang yang bergeser ke depan. Selain itu, keropos tulang belakang (osteoporosis) juga bisa saja mengganggu sudut alami kelengkungan tulang belakang.

Cedera yang mengakibatkan patah tulang belakang (fraktur), infeksi tulang belakang (misalnya infeksi tuberculosis, discitis atau meradangnya bantalan tulang) juga bisa berdampak pada sudut tulang belakang.

Genetik atau kelainan bawaan sejak lahir biasanya menjadi penyebab utamanya. Proses degenerasi tulang belakang, obesitas atau kelebihan berat badan, postur tubuh yang condong miring (menyandar) ke salah satu sisi dalam waktu lama, kelainan otot, tumor, penyakit pada jaringan ikat juga bisa memberikan dampak negatif pada tulang belakang.

Cara Mengatasi

Dokter akan melakukan pemeriksaan secara komprehensif untuk menilai sudut tulang belakang atau mengukur sudut Cobb. Mungkin juga akan meminta pemeriksaan radiologis seperti MRI.

Ada beberapa cara yang dapat membantu mengatasinya, antara lain:

  • Melakukan program fisioterapi untuk melatih kekuatan otot
  • Menganjurkan korset khusus skoliosis agar dapat membantu mengoreksi kelengkungan tulang belakang
  • Obat pereda nyeri bila perlu agar dapat membantu meredakan nyeri
  • Operasi untuk mengoreksi tulang belakang bila ada keluhan sesak napas atau gangguan fungsi organ

Bila sudut kelengkungan tulang belakang bertambah, bisa mengakibatkan keluhan seperti nyeri, kesemutan, kebas yang menjalar hingga telapak kaki. Hal ini karena terjepitnya saraf tulang belakang atau hernia nukleus pulposus (HNP). Saraf terjepit lumbal 4 dan 5 bisa terjadi akibat bertambahnya sudut skoliosis.

Adanya jepitan saraf ini dipastikan dari hasil MRI. Untuk mengatasi gejala akibat saraf kejepit ini, dokter akan melakukan beberapa terapi misalnya dengan kateter Racz, radiofrekuensi ablasi atau endoskopi BESS.

 

 

 

 

 

Artikel Terkait