Logo Klinik Nyeri dr Indrajana

Trigeminal Neuralgia

Nyeri merupakan sinyal dari tubuh, bahwa ada masalah kesehatan hingga trauma. Tapi saat nyeri berlangsung sering dan berulang-ulang tentunya akan mengganggu penderitanya. Salah satu nyeri yang akan kita bahas kali ini adalah nyeri pada wajah karena trigeminal neuralgia.

Secara medis trigeminal neuralgia merupakan kondisi nyeri kronis pada wajah seseorang yang disebabkan masalah pada saraf di kepala atau dikenal dengan saraf trigeminus. Fungsi utama dari saraf ini adalah menghantarkan sensai dari wajah menuju otak dan mengkontrol sebagain fungsi motorik wajah.

Dari berbagai kepusatakaan yang ada nyeri wajah trigeminal neuralgia lebih banyak terjadi pada wanita dibanding pria. Dengan peningkatan angka kejadian pada kelompok usia diatas 50 tahun. Ada Riwayat keluarga dengan kondisi trigeminal neuralgia serta pasien dengan riwayat penyakit hipertensi sebelumnya.

Penyebab Trigeminal Neuralgia

Nyeri wajah trigeminal neuralgia dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, kondisi tersebut diantaranya adalah ;

  • Penekanan pada saraf trigeminus di wajah, penekanan ini bisa karena pelebaran pembuluh darah, tumor di sekitar saraf trigeminus. Penekanan juga berakibat pada berkurangnya atau hilangnya fungsi saraf trigeminus
  • Cedera pada saraf trigeminus juga menjadi penyebab nyeri wajah trigeminal neuralgia. Cedera yang dimaksud meliputi pasca terjadi kecelakaan dengan benturan hebat di kepala, hingga cedera pasca tindakan operasi tertentu.
  • Rusaknya selaput pelindung saraf (mielin) seperti diakibatkan penyakit multiple sclerosis atau faktor penuaan

Diagnosis Trigeminal Neuralgia

Dalam melakukan diagnosis nyeri wajah trigeminal neuralgia, dokter spesialis bedah saraf akan melakukan beberapa pemeriksaan yang meliputi fisik, wawancara hingga pemeriksaan radiologis.

Wawancara pada pasien sangat dibutuhkan, hal ini untuk mengetahui riwayat penyakit sebelumnya atau menghilangkan kemungkinan diagnosis banding lainnya. Pemeriksaan lab diperlukan untuk mengetahui kemungkinan penanda penyakit multiple sclerosis.

Pada beberapa kasus pemeriksaan radiologi MRI juga dianjurkan dokter, selain untuk mengetahui penyebab utama dari nyeri wajah trigeminal neuralgia, pemeriksaan radiologi juga dapat mengetahui secara pasti posisi saraf trigeminus yang mengalami penekanan.

Terapi

Menurut dr. Mustaqim Prasetya SpBS selaku tim dokter bedah saraf Klinik Nyeri Dr Indrajana. Efektivitas terapi trigeminal neuralgia dengan suntik block bisa mencapai 2 tahun. “Yang penting tepat,”paparnya.

Secara medis pengobatan trigeminal neuralgia, dapat dimulai dengan pemberian obat antikonvulsan. Terapi obat ini evektif pada kondisi awal, untuk mengurangi durasi atau keparahan rasa nyeri wajah pada pasien. Obat lain yang juga bisa dikonsumsi adalah obat golongan antispasmodik, yang sebetulnya fungsinya sebagai relaksan otot. Penggunaan obat jenis ini umumnya akan membuat pasien kelelahan atau lemas. Namun dapat menghilangkan rasa nyeri atau jumlah kekambuhan nyeri wajahnya.

Suntikan obat tertentu, seperti botulinum toxin juga mampu mengatasi nyeri wajah akibat trigeminal neuralgia. Efektivitas terapi injeksi dari beberapa kepustakaan juga cukup baik, asal dilakukan oleh dokter berpengalaman.

Modalitas terapi lainnya adalah tindakan bedah, baik bedah minimally invasive hingga tindakan bedah terbuka. Operasi pada pasien nyeri wajah trigeminal neuralgia, diindikasikan jika terapi obat atau suntik tidak memberikan hasil. Ada beberapa tindakan pembedahan yang selama ini banyak dilakukan antara lain;

  1. Tindakan microvascular decompression (MVD). Tindakan ini bertujuan untuk menghilangkan penekanan pada saraf trigeminus di area wajah. Jika disebabkan karena pembuluh darah, pembuluhdarah akan dipindahkan, atau bahkan dilakukan pengangkatan. Penggunaan bantalan khusus biasanya juga dibutuhkan dokter untuk memisahkan penekanan saraf dengan pembuluh darah.
  2. Gamma knife. Tindakan ini masih sangat jarang dilakukan, ini karena ketidaktersediaan hingga harga terapi yang sangat mahal. Paparan radiasi dari alat gamma knife mampu membaalkan saraf trigeminus, pada dosis tertentu. Hasilnya nyeri wajah yang biasanya muncul pada pasien akan mereda.
  3. Radiofrekuensi ablasi. Tujuan tindakan radiofrekeuensi ablasi hamper serupa dengan gamma knife, yaitu untuk membaalkan serabut saraf dan menghambat sintyal rasa nyeri yang akan ditransmisiskan ke otak.

Pencegahan Nyeri Wajah Trigeminal Neuralgia 

Nyeri wajah trigeminal neuralgia tidak bisa dicegah, namun kita bisa mencegah pemicu utamanya. Seperti dengan melakukan beberapa hal sebagai berikut;

  • Cuci muka dengan air hangat, hindari menggunakan air dingin
  • Hindari konsumsi makanan yang terlalu panas atau terlalu dingin
  • Hindari makanan yang terlalu keras yang membuat otot-otot rahang bekerja lebih keras, karena dapat memicu tekanan pada saraf trigeminus
  • Gunakan sikat gigi halus, dan saat menggosok gigi disarankan secara perlahan

Artikel Terkait